Hadiri Workshop di Lombok Operator STAMIDIYA Jalankan Dua Peran

STAMIDIYA Senin, 30 Juli 2018 08:38 WIB
1463x ditampilkan Galeri Headline Berita Headline

alhamidiyah.ac.id (STAMIDIYA Bangkalan) - Dalam rangka memperkuat pelaksanaan pelaporan pangkalan data PTKIS, KOPERTAIS Wilayah IV Surabaya kembali mengadakan workshop penguatan data yang ditempatkan di D'max Hotel Lombok NTB. Workshop dimulai pada tanggal 26 Juli 2018 dan dijadwalkan selesai tanggal 29 Juli 2018.

Workshop semacam ini sudah beberapa kali dilakukan dan merupakan agenda tahunan KOPERTAIS Wilayah IV Surabaya, akan tetapi untuk kali ini ada nuansa yang berbeda. Hal ini karena adanya perubahan struktur di dalam tubuh KOPERTAIS Wilayah IV Surabaya sejak terpilihnya Rektor baru UINSA Surabaya. Kali ini, workshop dihadiri oleh operator dari tiga cluster yakni cluster Madura, cluster Sasambo, dan sebagian Cluster Su-Si yang berjumlah sekitar 60 orang operator dari keseluruhan 180 operator dan sisanya akan diadakan workshop kembali.

Operator STAMIDIYA Bangkalan, Bapak Ahmadi, S.Pd.I, M.Pd. menghadiri workshop tersebut dengan dua fungsi. Yaitu fungsi sebagai operator PTKIS (STAMIDIYA Bangkalan) dan fungsi sebagai ketua cluster Madura. Hal ini berarti bahwa selain penanggungjawab data STAMIDIYA, beliau berperan pula sebagai penanggungjawab stabilitas data yang digawangi masing-masing operator PTKIS di Madura yang berjumlah 26 PTKIS.

Pembukaan workshop dilaksanakan pada hari Jumat, 26 Juli 2018 siang. Bapak Nuril Huda, yang sudah tidak lagi menjabat sekretaris KOPERTAIS Wilayah IV Surabaya namun masih merupakan penanggung jawab acara tersebut menyampaikan bahwa workshop ini memuat tiga hal penting. Pertama, merupakan ajang silaturrahim dan koordinasi antar operator yang tidak bisa selalu bertemu dan berkoordinasi karea faktor geografis. Kedua, mengidentifikasi permasalahan yang dialami oleh operator yang menyebabkan tidak tuntasnya laporan. Dan ketiga, menyelesaikan permasalahan sekaligus menuntaskan laporan. Beliau juga menyampaikan bahwa operator memiliki peran yang sangat vital dalam keberlangsungan PTKIS. "Jika diibaratkan mobil, operator merupakan mesin yang menjalankan. Perlu diisi bensin dan dinyalakan mesinnya. Oleh karena itu, sangat membutuhkan support dari para pimpinan PTKIS", Ungkapnya.

Dalam sambutannya beliau juga sekaligus 'pamit', karena ke depannya sudah tidak lagi berada di jajaran pengelola KOPERTAIS Wilayah IV Surabaya dan juga beliau akan melanjutkan studi ke program doktoral. Selama memberikan sambutan, senyum khas terus menghiasi wajahnya.

Pentingnya posisi operator  juga disampaikan oleh Koordinator KOPERTAIS Wilayah IV Surabaya yang baru yakni Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D dalam sambutannya bahwa operator merupakan nyawa dari Perguruan Tinggi, beliau menyampaikan dalam sambutannya pada acara pembukaan, "Pengelola data (operator) PTKIS adalah 'otak kecil' perguruan tinggi yg sangat vital. Ketika otak kecil ini tdk berjalan,maka akan hancur otak besarnya PTKIS."

Setelah pembukaan selesai, peserta beristirahat untuk kudian mempersiapkan diri pada inti workshop malam hari dan esok harinya.

Workshop yang diikuti oleh operator dari cluster Madura, Sasambo, dan Su-Si ini mengahdirkan pembicara dari Kemenristek yang membahas pelaporan PD-DIKTI dan verifikasi data serta pembicara dari KEMENAG yang membahas pelaporan EMIS.

Materi-materi tersebut diberikan pada Jumat malam dan hari Sabtu.

Saat ini, Kemenag telah memperbaharui aplikasi pelaporan EMIS. Aplikasi yang baru ini lebih mudah dioperasikan, sehingga diharapkan dapat meminimalisir kesulitan-kesulitan yang dialami operator pada aplikasi sebelumnya. Selain EMIS, disampaikan pula materi tentang data dosen, jalur-jalur yag ditempuh untuk mendapatkan NIDN, serta persyaratan dalam kepegawaian PTKIS, Yang terakhir adalah materi tentang pengembangan SDM pada masing-masing PTKIS.

Setelah workshop selesai, penutupan acara dilaksanakan.